Sabtu, 03 Maret 2012

Butuh Dukungan untuk Jadi Inovator atau Penemu?


Dukungan bagi peneliti dan calon penemu itu penting
Bisa bayangkan ngga, kalau sekarang ini gak ada listrik, gak ada lampu, gak ada laptop, dan gak ada Internet? Saya yang harusnya kerjaan sehari-hari ada di depan laptop, mungkin bisa jadi ganti halauan ternak sapi atau malah kelinci. Bayangkan kalau gak ada kendaraan seperti sepeda pancal, sepeda motor, mobil, atau pesawat. Kemana-mana bakal jadi perjalanan panjang.

Ini juga salah satu bentuk inovasi
Ya, tanpa inovasi yang telah diciptakan oleh berbagai penemu dunia, mungkin hidup ini akan tetap membosankan. Kapan bisa nonton TV? Kapan bisa sms-an? Kapan bisa mention-mentionan dan kode-kodean di timeline Twitter? Kapan bisa datang undangan komunitas lain dengan transportasi cepat? Kapan bisa baca blog saya ini? :p

Selain di luar negeri, sebenarnya di Indonesia sendiri ada banyak loh inovator yang luar biasa. Jangan bilang penemu itu harus bikin sesuatu yang “wah” banget. Semuanya dimulai dari sesuatu yang sederhana. Ada nama Tirto Utomo, orang yang pertama kali memproduksi dan menjual air putih dalam kemasan. Tahu AQUA ga? Ya dia ini dedengkotnya. Ada nama Satya Witoelar, orang yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi. Dan masih banyak nama lainnya.
Terkadang saya berpikir, bisakah saya jadi inovator seperti mereka?
Dari para ahli yang ngasih wejangan, sebenarnya siapa pun bisa jadi inovator kok, termasuk Anda. Tidak ada yang tidak mungkin selama Anda mau mencoba. Sedikit tip yang bisa jadi pegangan:
  1. Cari tahu apa hobi dan passion Anda, lalu tekuni secara serius dan mendalam.
  2. Cari masalah apa yang paling sering dipermasalahkan orang-orang di lingkungan Anda, tapi sampai saat ini belum ada solusinya.
  3. Pikirkan dan cari tahu, ide kreatif apa yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.
  4. Langsung action. Segera wujudkan ide tersebut menjadi sebuah inovasi baru.

    Sumber : http://blog.haqqi.net

Tim yang Solid Merupakan Kunci Keberlanjutan

Kenapa bukan kunci keberhasilan?

Menyusun satu demi satu kepingan bersama-sama
Menjalankan suatu usaha sendirian, tentu ada sisi positif dan negatifnya. Di sisi keuntungan, tentu saja pengusaha single fighter akan mendapatkan penghasilan yang sepenuhnya untuk diri sendiri. Seluruh jerih payah yang dikeluarkan semuanya akan kembali ke diri sendiri juga. Keputusan tertinggi perusahaan mutlak ada di tangannya. Bebas, sebebas-bebasnya.
Tetapi, bagaimana dengan hubungan sosial, kebersamaan, serta berbagi beban? Bila terjadi suatu masalah ataupun kerugian, tentu saja pengusaha single fighter harus menanggung beban itu sendirian. Pekerjaan yang bersifat rahasia khusus perusahaan pun, harus dikerjakan sendiri. Seandainya dapat keuntungan pun, perasaan bahagia tertinggi hanya dimiliki sendiri (atau dengan keluarganya).

Terus, apa hubungannya dengan “tim yang solid merupakan kunci keberlanjutan”?
Menjadi pengusaha bukan berarti bisa kaya mendadak. Apalagi untuk yang belum berpengalaman, tapi langsung terjun ke dunia usaha. Tentu akan penuh perjuangan dan juga aksi pertahanan dari berbagai cobaan yang menghadang. Belum lagi tekanan mental yang mungkin jauh lebih besar lagi. Beban perusahaan, tentu juga harus siap-siap diatasi.
Kalau beban itu menjadi sangat besar dan berat, bukan tidak mungkin seorang pengusaha single fighter akan menyerah.
Ya, saya pun merasakan demikian. Sebelum berhasil membentuk tim Mimi Creative yang sekarang ini, berbagai keraguan muncul di benak saya. Saya juga coba membayangkan gimana kondisi saya sekarang kalau tanpa tim. Apa saya bisa menjalankan ini sendirian? Kuatkah saya? Kalau kebanyakan kerjaan gimana? Kalau tiba-tiba ada kegiatan lain di saat deadline menerpa gimana? Terus, kalau sukses, apa juga enaknya sukses sendirian?
Lha wong ada tim yang luar biasa ini juga, saya berkali-kali tergiur dengan lowongan pekerjaan yang keren-keren. Ada tawaran kerja di perusahaan luar negeri, ada yang di dalam negeri tapi perusahaan besar, ada yang di LSM, ada yang PNS, ada juga tawaran untuk kuliah lagi. Pingin rasanya hidup tenang dan tentram nerima gaji setiap bulannya tanpa harus memikirkan gimana nasib orang lain yang secara organisatoris ada di bawah saya. Ya, itu tetap terjadi pada saya di kondisi sekarang ini.
Bisa jadi, kalau saya menjalankan usaha sendirian, mungkin berhasil. Tapi, itu kalau usaha ini berada dalam kondisi berkelanjutan. Kalau nggak berkelanjutan, gimana mau berhasil? Wong sudah manuver ke arah lain. Ya, nggak?
Untunglah, sekarang saya sudah memiliki tim tangguh yang luar biasa. Ketika ada keraguan, selalu saya berpikir tentang tanggung jawab saya yang sudah menginisiasi tim ini. Kalau saya mundur, bisa jadi saya bakal gak dipercaya mereka lagi donk. Harga diri saya mau ditaruh di mana? Sudah berani ngajak-ngajak, tapi mundur paling awal.
Tapi alih-alih memikirkan hal negatif, saya lebih bersemangat lagi ketika membayangkan bahwa kami (yang awalnya) berempat akan berhasil suatu hari nanti. Susah senang dibagi bersama, dengan rasa saling percaya yang kuat. Yang pasti, dengan adanya tim yang solid ini, lebih mudah untuk mempertahankan “keberlanjutan” itu, menuju keberhasilan suatu saat nanti.
Percayalah, tim yang solid merupakan kunci keberlanjutan seorang pengusaha.

Buku Elektronik Sosial

Buku Ekonomi kelas XI


 

Download













Buku Sosiologi kelas XI


 

Download












Buku Geografi XI


 

Download













Buku Sejarah XI
Download

Faktor penghambat dan pendukung industri dalam perkembangannya


Berikut ini adalah faktor-faktor pokok yang menyebabkan suatu industri / perindustrian dapat berkembang dengan baik apabila dimiliki, antara lain adalah :
A. Faktor Pokok
1. Modal
Modal digunakan untuk membangun aset, pembelian bahan baku, rekrutmen tenaga kerja, dan lain sebagainya untuk menjalankan kegiatan industri. Modal bisa berasal dari dalam suatu negara serta dari luar negeri yang disebut juga sebagai penanaman modal asing (PMA).
2. Tenaga Kerja
Tenaga kerja dengan jumlah dan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan suatu perindustrian tentu akan membuat industri tersebut menjadi lancar dan mempu berkembang di masa depan. Jika suatu negara kelebihan tenaga kerja, maka salah satu solusi yang baik adalah mengirim tenaga kerja ke luar negeri menjadi tenaga kerja asing. Contohnya indonesia dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW). Jika suatu negara kekurangan tenaga kerja maka salah satu jalan keluarnya adalah mendatangkan tenaga kerja asing dari luar negaranya.
3. Bahan Mentah / Bahan Baku
Bahan baku adalah salah satu unsur penting yang sangat mempengaruhi kegiatan produksi suatu industri. Tanpa bahan baku yang cukup maka proses produsi dapat terhambat dan bahakan terhenti. Untuk itu pasokan bahan mentah yang cukup baik dari dalam maupun luar negeri / impor dapat melancarkan dam mempercepat perkembangan suatu industri.
4. Transportasi
Sarana transportasi sangat vitas dibutuhkan suatu industri baik untuk mengangkut bahan mentah ke lokasi industri, mengangkut dan mengantarkan tenaga kerja, pengangkutan barang jadi hasil output industri ke agen penyalur / distributor atau ke tahap produksi selanjutnya, dan lain sebagainya. Terbayang bila transportasi untuk kegiatan tadi terputus.
5. Sumber Energi / Tenaga
Industri yang modern memerlukan sumber energi / tenaga untuk dapat menjalankan berbagai mesin-mesin produksi, menyalakan perangkat penunjang kegiatan bekerja, menjalankan kendaraan-kendaraan industri dan lain sebagainya. Sumber energi dapat berwujud dalam berbagai bentuk seperti bahan bakar minyak / bbm, batubara, gas bumi, listrik, metan, baterai, dan lain sebagainya.
6. Marketing / Pemasaran Hasil Output Produksi
Pemasaran produk hasil keluaran produksi haruslah dikelola oleh orang-orang yang tepat agar hasil produksi dapat terjual untuk mendapatkan keuntungan / profit yang diharapkan sebagai pemasukan untuk pembiayaan kegiatan produksi berikutnya, memperluas pangsa pasar, memberikan dividen kepada pemegang saham, membayar pegawai, karyawan, buruh, dan lain-lain.
B. Faktor Penunjang / Faktor Pendukung
1. Kebudayaan Masyarakat
Sebelum membangun dan menjalankan kegiatan industri sebaiknya patut dipelajari mengenai adat-istiadat, norma, nilai, kebiasaan, dan lain sebagainya yang berlaku di lingkungan sekitar. Tidak sensitif terhadap kehidupan masyarakat sekitar mampu menimbulkan konflik dengan penduduk sekitar. Selain itu ketidak mampuan membaca pasar juga dapat membuat barang hasil produksi tidak laku di pasaran karena tidak sesuai dengan selera konsumen, tidak terjangkau daya beli masyarakat, boikot konsumen, dan lain-lain.
2. Teknologi
Dengan berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu akan dapat membantu industri untuk dapat memproduksi dengan lebih efektif dan efisien serta mampu menciptakan dan memproduksi barang-barang yang lebih modern dan berteknologi tinggi.
3. Pemerintah
Pemerintah adalah bagian yang cukup penting dalam perkembangan suatu industri karena segala peraturan dan kebijakan perindustrian ditetapkan dan dilaksanakan oleh pemerintah beserta aparat-aparatnya. Pemerintahan yang stabil mampu membantu perkembangan industri baik dalam segi keamanan, kemudahan-kemudahan, subsidi, pemberian modal ringan, dan sebagainya.
4. Dukungan Masyarakat
Semangat masyarakat untuk mau membangun daerah atau negaranya akan membantu industri di sekitarnya. Masyarakat yang cepat beradaptasi dengan pembangunan industri baik di desa dan di kota akan sangat mendukung sukses suatu indutri.
5. Kondisi Alam
Kondisi alam yang baik serta iklim yang bersahabat akan membantu industri memperlancar kegiatan usahanya. Di Indonesia memiliki iklim tropis tanpa banyak cuaca yang ekstrim sehingga kegiatan produksi rata-rata dapat berjalan dengan baik sepanjang tahun.
6. Kondisi Perekonomian
Pendapatan masyarakat yang baik dan tinggi akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk membeli produk industri, sehingga efeknya akan sangat baik untuk perkembangan perindustrian lokal maupun internasional. Di samping itu Saluran distribusi yang baik untuk menyalurkan barang dan jasa dari tangan produsen ke konsumen juga menjadi hal yang sangat penting.
------
Tambahan :
Faktor-faktor yang menghambat pembangunan dan perkembangan industri merupakan kebalikan dari kondisi faktor-faktor di atas. Hanya saja nilainya yang lebih negatif.
Contoh :
- Permodalan yang kurang
- Tidak ada sdm yang sesuai dengan yang dibutuhkan
- Hasil produksi yang kualitas buruk
- Pemasaran yang buruk
- Daya beli masyarakat yang rendah
- Dan masih banyak lagi yang lainnya.